Assalamu'alaikum wr. wb.
Kota Parepare yang dikenal dengan kota bandar madani ini berada di provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk ±140.000 jiwa. Kota Parepare kini telah berhasil berkembang dengan sangat pesat dalam berbagai bidang terutama dalam dunia kepariwisataan. Adapun Parepare memiliki arti tersendiri dalam bahasa Bugis, kata Parepare bermakna " Kain Penghias " yg digunakan di acara-acara seperti pernikahan. Hal ini dapat kita lihat dalam buku sastra lontara La Galigo yang disusun oleh Arung Pancana Toa Naskah NBG 188 yang terdiri dari 12 jilid yang jumlah halamannya 2851, kata Parepare terdapat dibeberapa tempat di antaranya pada jilid 2 hal [62] baris no. 30 yang berbunyi "pura makkenna linro langkana PAREPARE" (KAIN PENGHIAS depan istana sudah dipasang). Di bawah arus pimpinan walikota M Taufan Pawe yang telah sukses membawa nama kota Parepare menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, kota Parepare telah membangun berbagai tempat-tempat destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Salah satu destinasi wisata yang hendak saya perkenalkan adalah TONRANGENG RIVER SIDE. Sejak ramai dikunjungi pengunjung, Tonrangeng river side ini mulai menjadi sangat dikenali oleh khalayak ramai. Tonrangeng River side yang kini sudah selesai dibangun dan menjadi new icon di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di Parepare menelan anggaran sekitar Rp23 miliar, bersumber dari anggaran Insfrastruktur Publik Daerah (IPD) bantuan pemerintah pusat yang dialokasikan ke Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum di tahun 2016. Tonrangeng River side merupakan jembatan layang yang digunakan sebagai akses utama yang menghubungkan jembatan sumpang menuju Rumah Sakit Tipe B Plus Pendidikan Habibie-Ainun dan dihiasi dengan gemerlap cahaya lampu warna warni ketika malam hari.
Jalan Layang Tonrangeng memanjang 125 meter yang berfungsi sebagai akses jalan masuk Tonrangeng Riverside dan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan Kota Parepare. Proyek ini akan melayang di atas Sungai Karajae dengan lebar 6 meter.Kedua sisi jalan disediakan trotoar masing-masing selebar kurang lebih 1,5 meter, untuk memudahkan dan memberikan akses kepada para pejalan kaki. Sementara di petengahan jembatan yang memiliki lebar sekitar 12 meter, dibuat taman sehingga lebih cantik. Tonrangeng Riverside ditata sedemikian rupa, sehingga bisa menarik minat masyarakat luar Parepare berkunjung ke tempat tersebut.
Tonrangeng River Side yang berperan sebagai penunjang rumah sakit medical tourism ini di bagian selatannya akan ada ruang hijau yang dibangun untuk menunjukkan kota Parepare yang sejuk sehingga siapapun yang datang untuk berkunjung akan merasa nyaman untuk menghabiskan waktunya di tempat ini, sedangkan di bagian utara Tonrangeng River Side akan dibangun wisata kuliner tradisional dengan restoran terapung seperti yang banyak terdapat di pulau Jawa. Di sana juga dibuat wisata bahari yang akan mengantar
masyarakat atau pengunjung yang datang melihat keindahan Salo Karajae dengan menggunakan perahu yang disediakan. pemandangan yang begitu indah sekitar Salo Karajae ini akan mendukung tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang akan banyak diminati oleh para wisatawan. Terutama untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, tempat ini dapat menjadi pilihan yang sangat tepat.
Kota Parepare yang dikenal dengan kota bandar madani ini berada di provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk ±140.000 jiwa. Kota Parepare kini telah berhasil berkembang dengan sangat pesat dalam berbagai bidang terutama dalam dunia kepariwisataan. Adapun Parepare memiliki arti tersendiri dalam bahasa Bugis, kata Parepare bermakna " Kain Penghias " yg digunakan di acara-acara seperti pernikahan. Hal ini dapat kita lihat dalam buku sastra lontara La Galigo yang disusun oleh Arung Pancana Toa Naskah NBG 188 yang terdiri dari 12 jilid yang jumlah halamannya 2851, kata Parepare terdapat dibeberapa tempat di antaranya pada jilid 2 hal [62] baris no. 30 yang berbunyi "pura makkenna linro langkana PAREPARE" (KAIN PENGHIAS depan istana sudah dipasang). Di bawah arus pimpinan walikota M Taufan Pawe yang telah sukses membawa nama kota Parepare menjadi lebih dikenal oleh masyarakat luas, kota Parepare telah membangun berbagai tempat-tempat destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Salah satu destinasi wisata yang hendak saya perkenalkan adalah TONRANGENG RIVER SIDE. Sejak ramai dikunjungi pengunjung, Tonrangeng river side ini mulai menjadi sangat dikenali oleh khalayak ramai. Tonrangeng River side yang kini sudah selesai dibangun dan menjadi new icon di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di Parepare menelan anggaran sekitar Rp23 miliar, bersumber dari anggaran Insfrastruktur Publik Daerah (IPD) bantuan pemerintah pusat yang dialokasikan ke Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum di tahun 2016. Tonrangeng River side merupakan jembatan layang yang digunakan sebagai akses utama yang menghubungkan jembatan sumpang menuju Rumah Sakit Tipe B Plus Pendidikan Habibie-Ainun dan dihiasi dengan gemerlap cahaya lampu warna warni ketika malam hari.
Jalan Layang Tonrangeng memanjang 125 meter yang berfungsi sebagai akses jalan masuk Tonrangeng Riverside dan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan Kota Parepare. Proyek ini akan melayang di atas Sungai Karajae dengan lebar 6 meter.Kedua sisi jalan disediakan trotoar masing-masing selebar kurang lebih 1,5 meter, untuk memudahkan dan memberikan akses kepada para pejalan kaki. Sementara di petengahan jembatan yang memiliki lebar sekitar 12 meter, dibuat taman sehingga lebih cantik. Tonrangeng Riverside ditata sedemikian rupa, sehingga bisa menarik minat masyarakat luar Parepare berkunjung ke tempat tersebut.

Lokasi Tonrangeng River Side
- Kelurahan Lumpue
- Kecamatan Bacukiki Barat
- Kota Pare-pare
- Provinsi Sulawesi Selatan
- Kodepos 91123


Komentar
Posting Komentar